|
|
“Nabi Saw tidak pernah melewatkan penderitaan akibat luka atau tusukan tanpa membubuhinya dengan henna” [at-Tirmidhi].
Tumbuhan yang disebut sebagai tanaman ajaib yang konon menjadi kesayangan Nabi Saw ini sebetulnya sudah ditemukan sejak jaman Mesir kuno. Buktinya terlihat pada jari-jari tangan dan kaki mumi-mumi yang ditemukan di Mesir, banyak dihiasi henna. Walaupun awalnya lebih dikenal sebagai bahan untuk mempercantik diri, seperti membantu mewarnai rambut maupun mewarnai kuku serta sebagai penghias tangan dan kaki di beberapa daerah, seperti Afrika Utara, Timur Tengah, India serta negara-negara Mediterania, namun henna ternyata memiliki berbagai manfaat lain.
Manfaat henna sebagai pewarna rambut ternyata sekaligus juga dapat menghilangkan ketombe, memperbaiki struktur rambut, serta meningkatkan kualitas rambut. Selain itu, pada beberapa literatur ditemukan kandungan tannin serta materi seperti perekat pada henna memiliki efek menghentikan perdarahan dan antiseptik. Konon dengan mengoleskan bubuk daun henna pada luka maka perdarahan dapat berhenti dengan sendirinya.
Selain itu henna juga dipercaya berkhasiat anti viral yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit infeksi akibat virus, mulai dari penyakit infeksi ringan seperti kutil hingga AIDS. Tentu saja hal ini masih memerlukan pembuktian medis yang lebih akurat, sehingga kita tak bisa begitu saja memakainya sebagai obat tanpa ada petunjuk ahli.